Upload Kompakan 04/09/15 (Edisi Italian Foods)

Saya lagi rajin-rajin menggali informasi mengenai Food Photography dan Food Styling. Sebenarnya ‘hobi’ mengabadikan makanan saya dalam bentuk foto ini sudah saya lakukan sejak lama,tapi sempat saya hentikan karena ‘malu’ dengan trend mem-foto makanan ketika di public restaurants. Ga tau yah, dulu sih saya suka foto sesuatu atau sebuah pemandangan di sekitar saya. Ketika traveling pun begitu, saya ga akan mengangkat kamera handphone saya kalau saya tidak merasa yakin dengan angle dan hasil foto yang akan saya ambil. Pokoknya kalau liat sesuatu yang menarik perhatian mata saya, saya pasti langsung mikir ‘bagus juga ini kalo diambil dari sisi sini’ atau ‘ini sih mesti di zoom supaya bagus’. Iyah, itu yang bermain di otak saya. Gimana caranya menghasilkan foto bagus, bukan sekedar pamer ada dimana. Mungkin juga ini karena masih ada sisa-sisa memori pekerjaan lama saya sebagai grafik desainer yang mesti mikirin dari angle mana supaya fotonya bagus. Atau juga dari sisa-sisa memori mata kuliah basic photography waktu di kampus LSPR dulu (please, jangan tanya saya batch berapa. Nanti ketahuan umurnya… “-_-). Atau juga, pengaruh gak langsung dari pasangan saya yang juga mendalami seni photography. Banyaklah pengaruhnya.

Dari sekilas cerita di atas, emang bisa keliatan kalau saya punya banyak alasan memilih untuk mendalami Seni Fotografi. Dan sekarang makin bertambah lagi alasannya: bisa bikin makanan sendiri. Yup, setelah bisa bikin makanan sendiri, saya punya alasan untuk mengabadikan makanan yang sudah saya buat. At least tereliminasi-lah cercaan orang yang bilang ‘sebelum makan itu berdoa, bukan foto’ (yang masih suka bilang gini sih pasangan saya). Maksudnya sih, yah itu kan makanan bikinan saya, mau diapa-apain kan terserah saya. Lagipula, saya mau nyimpen semua memori masakan-masakan apa yang sudah saya buat sendiri. Nah dari sinilalh keinginan untuk mem-foto makanan itu balik lagi. Gimana caranya menghasilkan foto makanan yang bagus.


Dan ternyata, gak cuma saya saja yang tertarik dengan dunia fotografi, terutama Food Photography. Dari sekian banyak aplikasi foto yang ada di handphone saya, Instagram adalah salah satu yang saya favorit-in. Karena: satu, lo bisa upload foto sepuasnya. Mo selfie kek, mo wefie kek. It’s all fine! Tapi ya ada juga sih account yang agak-agak lebay kalau soal foto. Dua, lo bisa cari semua jenis barang di instagram. Saya following beberapa toko bahan kue online, toko make up korea (walopun kawe) dan toko peralatan buat properti foto. Dan alhamdulillah sampai sekarang ga pernah ketipu kalau beli online. Tiga, lo bisa kepoin siapa pun. Really, I’m a woman and women loves gossip. But I don’t do gossiping. I’m just curious. And my curiosity is bigger than the moon itself. Percaya deh, my boyf said ‘you’re good at finding something on internet.’ Haha!
Okay, back to Food photography. Di Instagram, saya nemuin beberapa komunitas bahkan account yang memang memberikan tips-tips Food Photography secara cuma-cuma. It’s like sharing your skills to others (may Allah blessed them). So, saya ikutinlah itu kontes kecil-kecilan sebagai bahan saya belajar Photography, terutama Food Photography. Udah beberapa kali saya mengikuti kontes yang diadain account komunitas fotografi bernama Upload Kompakan. Dan Alhamdulillah saya baru 2 kali masuk ke jajaran Grid yang isinya sebagai foto-foto terpilih Emang sih ga ada hadiahnya. It’s just for fun. Tapi trust me, bisa diakui sebagai foto terpilih itu rasanya kaya menangin award. Why? Coba aja lo liat ke Instagram, foto-foto kaya gimana yang di submit. Mungkin sebagian besar dari followers account itu adalah ibu-ibu atau pekerja yang punya waktu luang. Tapi jangan salah, effort mereka untuk submit foto mereka yang sesuai tema itu ga bisa dipandang sebelah mata. Properties yang dipakai juga diperhatikan, lighting pun ga kalah mantep kaya fotografer profesional. Wow, I’m serious! You really should appreciate what they did. That’s why saya merasa bangga kalau bisa masuk ke gridnya. Artinya effort saya dihargai. Walaupun jurinya juga anggota komunitas mereka yang saya kurang tau apakah juga punya background fotografi atau engga.

Italian Egg (Bolognese with Quail Eggs)

Well, foto makanan diatas itu adalah salah satu dari 2 foto yang sudah masuk ke Grid terpilih di Upload Kompakan kemarin. Resepnya sih resep lama, tapi saya mencoba dengan gaya dan tampilan baru. Karena temanya Italian Food dan saya yakin sebagian besar pasti akan berpikir tentang pasta dan pizza, jadilah saya pilih si Italian Baked Eggs buat jadi ‘jagoan’ saya di kontes. Dan Alhamdulillah lolos lagi masuk Grid. Hohoho…

Aaahh…masih banyak yang harus saya pelajari dari Food Photography. Saya merasa banyak keuntungan dari pekerjaan saya dulu sebagai grafik desainer. At least, bukan pemakai baru dalam photo editing. Walaupun memang ga banyak yang bisa di edit dari foto makanan. Tapi yaaaah…teteplah keuntungan buat saya tau fotografi dan photo editing. It makes the world a lot easier. Well, keep on eating and enjoy Food Photography!
Regard,

FubuFebi


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *