Bad Restaurant Review (Part 1)

                                          Shrimp Scampi

Hi, guys! I’m back again! This time we’ll talk about foods! Yeaayy! Well, kali ini saya mau ngebahas soal pengalaman buruk saya makan di beberapa restoran yang menurut saya quite disappointing. I’ll try to write it from my own experience okay?

To be honest, saya sudah beberapa kali nyobain restoran yang awfully tasteless ataupun awfully services. Kali ini saya hanya akan ceritain yang bisa saya inget dulu. Haha.

Oke, pertama. Beberapa minggu lalu saya pernah makan di sebuah restoran. Waktu itu saya lagi sendiri sih makannya, soalnya biasanya kalo saya lagi libur bukan di hari weekend, saya biasanya food hunting sendiri.  Waktu itu saya emang lagi coincidentally pilih restoran itu. I don’t think I need to mention the name of the place ethicality.

So, i pick it based of my knowledge that the place was a part of a big chained restaurant group. I’ve tried some of them and some of them are good while the other are so so. This restaurant/cafe served western foods. Biasanya di setiap restoran yang saya datangi, saya selalu tertarik dengan menu pasta mereka. Well, I love pasta. Dan pasta adalah ukuran buat saya, Apakah restoran ini beneran punya rasa atau tidak. It’s pasta, everyone loves it and everyone can cook a simple pasta dish, such as aglio olio.

Jadi, saya pesan menu bernama Shrimp Scampi. Dari namanya jelas itu pasta dengan udang.

Setelah makanannya datang, seperti biasa saya mengabadikannya di handphone saya. Biasanya ga semua foto makanan saya upload ke instagram saya yang FubuFood. Saya pilih-pilih lagi setelah saya rasain makanannya, apakah biasa aja atau luar biasa. Either negative or positive feedback jadi pertimbangan saya. Dari beberapa pengalaman saya, si grup restoran ini ga pernah ngecewain saya. Dari segi harga dan kualitas makanan, saya sih percaya kalo dia udah ngertilah seluk beluk di dunia kuliner indonesia. Oke, setelah saya coba sedikit si shrimp scampi, guess what? It’s TASTELESS. No, saya ga lagi flu atau sakit pas lagi makan. I believe my tastebuds. Dan itu makanan bener-bener ga ada rasanya. Not even salty, sweet or anything. Hambar! Jadilah saya minta ke waiter nya salt sama chilli flakes untuk ngebikin rasanya. Geez! It didn’t help anyway! Bener-bener jauh dari kata enak, biarpun udah ditambahin garam! It was a disaster! Really a disaster. Sampe saya ga bisa lagi nerusin makan dan milih untuk ngebill aja. Wasting money banget.

Dan saya ceritain hal itu ke si boyf sampe dia penasaran dan akhirnya mau coba makan disitu pas buka puasa minggu kemarin. Saya ga mau pesen menu yang sama karena takut sama ga enaknya dan juga penasaran mau coba menu lain. Si boyf pesen soto (kalo ga salah inget ya) and he agreed kalo emang makanannya kurang rasa (kayanya dia masih lebih mendingan rasanya daripada makanan saya yang pertama kali). Menu yang saya pesen nasi gorengnya juga nothing special other than the beautiful sunny side up yang bikin saya ga mau makan karena saking cantiknya. The only thing yang menurut saya rasanya acceptable cuma si mushroom fritters yang cocolan saus basilnya lumayan enak. 😀

                 Fried Rice with the beautiful Sunny Side Up

We both agree kalo si anak restoran yang ini agak ‘kurang’ dari segi rasa. Entahlah, kayanya dengan tampilan tema tempat yang simple, plus restoran yang digabung sama toko bajunya, kayanya ‘rasa’ yang jadi pilihan untuk dikorbankan di segi kualitasnya. Too bad. Ga sepadan dengan harga makanan jadinya.

                                       Mushroom Fritter

Memang dilihat dari teknik mereka bikin telur sunny side up yang cantik begitu sih saya akui kerenlah. But I don’t eat the techniques. *LOL* I came to eat, not to stare at the sunny side up. Well, as my boyf said ‘These people (the kitchen staffs), they have techniques, impeccable techniques. But unfortunately, they don’t have tastebuds.’ It is true though. I couldn’t be more agree. No, I’m not a food critic, nor trying to be one. I’m just someone who wants to have a good meal in an average high end restaurant. Turns out I’ve put too high expectations to this restaurant which is part of a gigantic restaurants group who called themselves as a market leader. One thing I’ve learned before I left the place, the larger your business arise, never forget the details you had for your quality. As they said; never sacrifice quality for quantity and vice versa.

Because no matter how big your business or how fancy your restaurant, at the end of the day ‘Food is about taste, not appearance or techniques.’


One thought on “Bad Restaurant Review (Part 1)

  1. Soren Reply

    Hi, very nice website, cheers!
    ——————————————————
    Need cheap and reliable hosting? Our shared plans start at $10 for an year and VPS plans for $6/Mo.
    ——————————————————
    Check here: https://www.reliable-webhosting.com/

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *