Recipe Sharing: Classic Carbonara

Hi! I’m back with a new recipe sharing. Kali ini, saya mau sharing resep klasik dari daerah mediterania. Salah 1 negara yang dikenal dengan pizza dan pasta nya. Apalagi kalau bukan Italia. Dan resep yang saya sharing ini adalah Classic Carbonara. Kenapa klasik? Karena ini adalah versi asli karbonara dari negaranya langsung. Karbonara yang sekarang banyak dikenal adalah karbonara yang sudah banyak modifikasi.

Ada banyak teori yang beredar mengenai asal usul Carbonara. Carbonara sendiri diyakini berasal dari 1 kota di Italia yaitu, Lazio (dibaca Latzio). Carbonara sendiri konon berasal dari kata Carbonaro (dalam bahasa itali yang berarti Charcoal Burner atau Pembakar arang). Makanan ini diyakini dahulu disajikan untuk para pekerja arang (Charcoal Worker) yang pekerjaannya menghasilkan arang. Bahkan Carbonara konon adalah sebuah bentuk penghargaan bagi para Carbonari (Charcoal Men), sebuah secret society yang muncul pada awal-awal penyatuan italia di abad 19.

Masakan ini sendiri cukup sederhana dan mudah dibuat. Walau kini makin banyak versi yang beredar, tapi saya sendiri tetap suka versi asli nya. Pasta ini ketika matang, hasilnya akan kental karena salah satu bahannya. Tapi beberapa versi yang beredar, ada yang menggunakan cream atau susu sebagai thickening agent atau bahan pengental. Padahal versi asli nya hanya menggunakan telur dan kuning telur.

Kalau ditanya kenapa saya lebih suka versi aslinya, jawabannya adalah karena saya tidak terlalu suka rasa kental yang berasal dari cream. Lidah saya tidak terbiasa dengan rasa cream yang memang banyak digunakan di masakan western sana. Tapi banyak juga diluar sana yang justru tidak menyukai rasa dari telur (setengah matang) yang ada di resep klasik carbonara ini. Jadi, ya sesuai selera saja sih.

Bahan-bahan yang digunakan di Carbonara ini hanya sedikit saja. Pasta, telur, keju (parmesan), protein (daging-dagingan) dan blackpepper. Untuk daging, yang paling banyak dipakai adalah Smoked Beef. Di resep aslinya, keju yang biasa digunakan adalah Pecorino Romano. Salah 1 keju tua yang berasal dari susu domba. Sedangkan dagingnya menggunakan Pancetta, salah satu jenis salami/sosis yang berasal dari perut babi yang diasinkan.

Disini saya akan share bahan-bahan dan cara memasak yang menurut saya sangat mudah. Semoga bisa dipahami dan dipraktekan dirumah yah.

Bahan-bahan yang saya pakai:

Fettucine No. 13 (Kebetulan pasta ini yang selalu ada dirumah)

Garlic Confit (cara buatnya ada disini)

Smoked Beef

Telur ayam kampung (2 telur utuh dan 1 kuning telur)

Parmesan parut

Parsley chopped

Lada Hitam

Garam

Tahapan nya adalah sebagai berikut:

  1. Masak pasta sesuai dengan instruksi di kotak. Jangan lupa tambahkan garam untuk mempercepat proses boiling. Setelah pasta matang dan ditiriskan, Taruh pasta di mangkuk dan beri sedikit olive oil supaya tidak lengket saat dimasak nanti. Ingat, jangan biarkan pasta direndam di air selama menunggu proses pemasakan.
  2. Potong/cacah parsley. Tidak perlu terlalu halus, ini hanya digunakan untuk menambahkan warna di masakan nanti.
  3. Siapkan mangkuk. Pecahkan 2 telur dan 1 kuning telur.
  4. Masukan keju parmesan ke dalam mangkuk berisi telur, lalu tambahkan lada hitam. Kocok hingga tercampur.
  5. Potong Smoked Beef kotak-kotak kecil. Sesuaikan ukuran dengan keinginan. Intinya jangan terlalu besar supaya mudah dimakan, dan jangan terlalu kecil supaya masih enak dinikmati. Ukurannya sih kira 0,5cm x 0,5cm.
  6. Panaskan pan, lalu tuangkan Garlic confit. Kalau suka rasa bawang, bisa gunakan 2-3 butir bawang putih dari garlic confit nya.
  7. Masukkan smoked beef. Masak hingga kecokelatan dan crispy. Angkat sedikit smoked beef untuk nanti digunakan saat plating.
  8. Masukkan pasta. Aduk rata.
  9. Matikan api. Masukkan adonan telur dan parmesan tadi. Ini adalah saat yang cukup menentukan. Suhu pan tidak boleh terlalu panas karena akan membuat telur kematangan. Jangan juga terlalu dingin karena telur akan terasa mentah. Jika pan terasa terlalu panas, angkat pan dari kompor dan aduk pan di permukaan rata yang agak dingin untuk menurunkan suhu. Aduk rata.
  10. Bumbui dan rasakan jika rasa ada yang kurang.
  11. Tambahkan parsley yang sudah dipotong. Angkat.
  12. Taruh carbonara di dalam piring.
  13. Tambahkan Parmesan, parsley dan smoked beef. Hidangkan.

Cukup gampang kan? Agak sedikit tricky di bagian mengaduk telur di pan. Kalau takut pan terlalu panas dan telur akan kematangan, saya akali dengan mengaduk pasta di dalam mangkuk yang berisi adonan telur. Mangkuk yang tidak bersuhu panas dan pasta yang panas akan mengamankan suhu telur. Jangan takut telur tidak matang karena tidak diaduk diatas kompor. Dan jangan juga menyalakan kompor bila merasa telur belum matang. Karena pasta yang masih panas justru akan membantu proses pemasakan telur. Kecuali jika memang ingin telurnya jadi telur dadar di pastanya. Haha…

Carbonara ini adalah salah 1 menu favorit saya ketika dulu masih kerja di dapur. Biasanya saya suka memakan carbonara ini ditambahkan Truffle Oil. Rasanya akan semakin ‘naik’ karena aroma harum truffle yang memang menggugah selera banget. Tapi sayang, si hubsy ga terlalu suka rasa Truffle Oil. Jadi sekarang udah jarang nambahinnya.

Oh ya, kenapa saya pakai telur ayam kampung? Kalau di luar negeri kan ga dikenal tuh istilah ayam kampung atau ayam negeri. Intinya sih ayam mereka itu Free range alias dibiarinin aja berkeliaran di peternakannya. Beda sama disini yang kalo ayam negeri diternakin di dalam kandang. Konon itu pula yang membedakan ayam negeri dan ayam kampun, Free Range or not (CMIIW). Tapi ya saya pilih telur ayam kampung dengan alasan telur ayam kampung konon lebih sehat kalau dikonsumsi setengah matang. Bisa aja sih pakai telur ayam negeri yang organik atau mengandung omega. Tapi telur ayam negeri, ukuran telurnya cenderung lebih besar dibanding telur ayam kampung. Dimana itu akan membuat carbonara ini semakin creamy. Kalo yang lebih suka creamy sih monggo pakai telur ayam negeri.

Kalo mau lebih enak lagi, coba pakai telur ayam yang diproduksi Mori Tama. Telur ini menurut saya cukup aman dan bisa dimakan mentah. Telur ini mengingatkan saya waktu traveling ke jepang dulu dan makan Yoshinoya yang ada kuning telur mentah diatas beef bowl nya. Jangan ditanya lagi rasanya gimana, enak dan seger. Dan Mori-Tama ini yang menurut saya rasanya cukup sama dengan telur yang saya makan waktu itu. Kayanya telur ini sudah banyak deh dijual di supermarket besar. Cuma memang agak mahal, 6 butir aja bisa 30 ribuan kalo ga salah. Tapi kalo emang bagus sih yah ga masalah lah.

Oke, segitu dulu share resep nya. Untuk videonya, saya attached disini yah. Silakan di klik tombol Subscribe, Like, Share and Comment di videonya. Sampai ketemu lagi di Recipe Sharing berikutnya yah. Bye!


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *