Recipe Sharing: Pain Perdu or French Toast

Hai! Hello! We meet again! I’m back with a new recipe sharing. Dan resep kali ini yang akan saya share adalah menu sarapan. Nama menunya adalah French Toast atau dalam bahasa perancisnya bernama Pain Perdu.

Menu ini sangat dikenal di seluruh dunia. Walaupun ada nama French di dalamnya, tapi dalam sejarahnya, menu ini sudah dikenal sejak abad ke-5 sebelum masehi di kerajaan Roma. Menurut Apicius, koleksi resep dari awal abad ke-5 M, hidangan itu ada sebagai aliter dulcia (“hidangan manis lain”). Bangsa Romawi akan mencelupkan roti mereka ke dalam campuran susu, menggorengnya dalam minyak dan mentega dan menikmatinya sebagai hidangan manis yang menghangatkan. Penambahan telur datang jauh kemudian. Menggunakan roti panggang sebagai pilihan sarapan gurih juga banyak dikembangkan kemudian.  

Marcus Gavius ​​Apicius, seorang anggota elit Romawi yang kaya dan berpendidikan yang hidup pada masa pemerintahan Kaisar Tiberius (14-37 M), terkenal karena kecintaannya pada makanan dan buku masak berjudul De Re Coquinaria (Seni Memasak).

French Toast ini dimakan sejak abad pertengahan. Menu ini dibuat sebagai cara untuk menghabiskan makanan sisa. French toast dikenal dengan banyak nama di seluruh dunia seperti, roti bakar Spanyol, roti bakar Jerman, roti bakar biarawati, roti telur, torriga, ksatria miskin Windsor, roti bakar Bombay dan banyak lainnya. Di Prancis sendiri, hidangan ini dikenal sebagai “pain perdu” atau “Lost Bread/roti yang hilang”. Kenapa roti yang hilang? Karena awalnya, orang membuat French Toast dari roti basi (Stale Bread) untuk memanfaatkan roti yang seharusnya dibuang.

DI abad ke-15, hidangan ini sangat populer. Bagaimana tidak populer, hidangan ini cukup mudah dibuat hanya dengan mencelupkan roti keras atau basi ke dalam campuran susu dan telur, dan kemudian digoreng. Dalam prosesnya, makna ’kehilangan’ ini diartikan ke ‘kehilangan’ esensi roti asli menjadi sebuah hidangan manis yang dibantu oleh telur dan susu agar tetap bersama. sebelum nama Pain Perdu, sudah dikenal lebih dulu dengan Pain Romaine, yang memang sudah duluan populer di bangsa Roma.

Kemudian, perlahan Pain Perdu ini mulai dikenal di Inggris di akhir abad 16 dan abad 17 dan mulailah dikenal dengan nama French Toast. Yang dari situ mulai menurun ke bangsa amerika yang bawa oleh para imigran inggris di amerika.

Demikianlah sejarah dari hidangan French Toast ini. Dan kali ini, saya akan membagikan resep makanan yang sangat mudah ini. Ga cuma mudah, tapi bahannya juga minim. Oke, tanpa basa basi lagi, yuk kita mulai dengan resepnya. 

Bahan-bahannya: 

3 lembar roti

1/2 Cup Susu

1/4 Cup Cream

2 Butir telur

1/2 Tbsp Vanilla Extract

1/2 Tsp Cinnamon Powder

1 Tbsp Brown Sugar

Confectioners Sugar (Gula Halus) Optional untuk Topping

Maple Syrup (Optional untuk Topping

Buah potong untuk Topping

Langkah-langkahnya adalah sebagai berikut:

  1. Pecahkan telur di dalam wadah
  2. Masukkan brown sugar. Aduk hingga tercampur.
  3. Masukkan susu, cream, cinnamon dan vanilla extract ke dalam adonan telur. Sisihkan.
  4. Persiapkan roti. Potong roti menjadi 2. Kemudian potong lagi menjadi 2. Apabila ukuran ini masih terlalu besar, boleh di potong lagi lebih kecil.
  5. Celupkan roti yang sudah dipotong-potong ke dalam adonan basah tadi. Sisihkan.
  6. Panaskan Pan. Pasang kompor di api kecil.
  7. Lelehkan butter. Disini saya menggunakan Unsalted butter supaya tidak mengubah rasa adonan.
  8. Masukkan roti yang tadi sudah dicelupkan ke dalam pan. Pastikan api tidak terlalu besar agar tidak cepat matang/gosong.
  9. Balik roti ketika sudah berwarna kecoklatan (golden brown).
  10. Susun roti ke dalam piring. Tambahkan buah potong sebagai tambahan agar hidangan ini lebih bergizi.
  11. Jangan lupa siram dengan maple sirup dan gula halus jika ingin lebih manis.

Ada beberapa hal yang ingin saya bahas disini. Pertama, pemilihan roti. Dulu ketika saya masih bekerja di dapur, pilihan roti yang dipakai adalah roti jenis Sour Dough, Atau roti yang punya sifat asam di dalam adonannya. Ini bisa menjadi pilihan yang bagus kalau memang ingin roti yang sehat. Tapi disini saya menggunakan roti tawar atau toast bread yang saya yakin selalu ada di semua rumah. Tapi kelemahan dari roti tawar ini adalah kelembutannya. Setelah dicelup ke adonan basah lalu dimasak, kalian akan sedikit kesulitan ketika membaliknya karena roti ini sudah terlanjur ‘basah’ oleh adonan cair. Jadi apa roti yang baik untuk French Toast? Saya sih menyarankan roti baguette. Ini karena teksturnya yang masih lebih agak keras dari roti tawar biasa. Tekstur inilah yang akan menolong ketika dimasak supaya crust yang ada di sekitar roti tidak ikutan ‘soggy’ atau melempem karena dicelup ke adonan basah. Pilihan lain? Pain de mie. Nah roti ini agak susah dicari karena biasanya cuma dijual di toko roti artisan. Roti ini mirip dengan roti tawar, bedanya hanya pada rasanya yang tidak terlalu manis dibanding roti tawar biasa. Dan biasanya pun dijual dalam keadaan masih untuk (roti tawar panjang). Saya pernah pesan ini dulu di toko roti yang jadi supplier roti di restoran tempat saya bekerja. Tapi apapun rotinya, pastikan kalian mau makan yah.

Kedua, Heavy cream. Saya pernah membahas soal heavy cream dan dimana mencarinya di jakarta. Kalau masih bingung, baca disini yah. Kalau kalian liat di dalam video, saya menggunakan cooking cream. Kalau kalian cuma ada heavy cream di dalam kulkas pun gapapa. Makin kental malahan. Cuma cooking cream memang lebih gurih rasanya. Sekali lagi, cooking cream atau heavy cream atau whipping cream, ketiganya bisa dipakai.

Ketiga, jenis susu yang dipakai? Saya sih biasanya pakai fresh milk. Kgoogalau ada full cream, ga masalah. Selama itu susu cair. kalau susu bubuk, agak susah yah untuk dihitung lagi rasionya.

Nah, kira-kira itu dulu yang saya bisa tambahkan untuk recipe sharing kali ini. Kalau masih bingung gimana buatnya, tenang, seperti biasa, saya sudah buatkan videonya buat dilihat. Kalau masih bingung juga, silakan komen disini atau di video Youtube yah. Jangan lupa Subscribe, Like, Share loh.

Oke, sampai ketemu di recipe sharing berikutnya ya! Bye! Ciao! Salute!


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *