Category: Uncategorized
Savor the Coffee, not the cup…. C’est la vie!

“A group of alumni, highly established in their careers, got together to visit their old university professor. Conversation soon turned into complaints about stress in work and life.
Offering his guests coffee, the professor went to the kitchen and returned with a large pot of coffee and an assortment of cups – porcelain, plastic, glass, crystal, some plain looking, some expensive, some exquisite – telling them to help themselves to the coffee.
Reach your own star
Akhirnya baru berani lg nulis di blog ini. Setelah sekian lama tak berani melirik karena foto Brownies yg selalu mengingatkan saya pada anjing pertama saya itu.
Well, kali ini yang ingin saya tulis adalah bertemakan ‘Reach your own star’. Istilah ini saya gunakan karena berkaitan dengan keadaan di sekitar saya. Sejak kecil kita terbiasa dengan pepatah ‘Gantungkan cita-citamu setinggi langit’, istilah itu saya kaitkan kata ‘langit’ dengan ‘bintang’ (bukankah di langit ada bintang?). Banyak lagi pepatah lain yang bertujuan untuk memompa semangat kita untuk meraih cita-cita (aka impian).
SAW The Movies
SAW adalah film horor favorit saya sampai saat ini. Film ini merupakan film horor yang menurut saya adalah horor yang ‘mendidik’. Baik mendidik korban di dalam filemnya, maupun penonton yang menonton seri film horor ini. Alasan terbesar saya menyukai SAW dari seri pertama hingga yang terakhir dirilis akhir tahun lalu, adalah karena film ini adalah film horor yang sama sekali tak ada hantunya. Hahaha, tentu saja. Karena SAW bukan jenis horor yang mengangkat hantu dalam ceritanya. SAW adalah jenis film horor yang mengangkat ‘kesadisan’ sekaligus ‘mendidik’ dalam jalan ceritanya. Jika sedari tadi saya menggunakan kata ‘mendidik’ pada film SAW, maka akan saya jelaskan penyebabnya dengan menguraikan sedikit dari sejarah panjang film ini.



