Become a Japanese for 10 hours

Kali ini saya akan berbagi cerita mengenai pengalaman saya sewaktu di Tokyo, Jepang. Pengalaman luar biasa yang membuat saya merasa bukan seperti turis melainkan seperti warga lokal. Kejadian yang menurut saya awalnya sebuah disaster tapi turns out to be a great experience!

Kejadian berawal di Harajuku, saat itu sudah pukul 9 malam. Hari itu adalah hari terakhir kami di Tokyo dan pukul setengah 12 kami harus berada di Shinjuku untuk berangkat ke Kyoto dengan  bis. Sesangkan kami masih harus mengambil barang-barang dan koper kami yang sudah kami titipkan di loker yang berbeda-beda tempat (3 teman saya menitipkan di Akibahara, koper saya di Asakusa karena koper saya yang besar). Setelah mengambil barang dan koper sudah pukul setengah 11 malam, sedangkan perjalanan ke Shinjuku kurang lebih membutuhkan waktu 45 menit dengan subway. Kami mencoba menghubungi pihak bis namun tidak ada yang mengangkat (ya iyalah, sudah hampir tengah malam). Akhirnya ketika sampai stasiun Shinjuku sudah puku 11.20 dan kami harus tetap berlari ke tempat bis. Ditambah dengan hujan malam itu yang menambah dingin (padahal sudah pakai longjohn, kaus dan mantel ditambah topi kupluk). Namun karena saat itu kami sedang terburu-buru, dinginnya jadi tidak terasa. Keringat saya bercampur dengan hujan yang rintik-rintik.

more “Become a Japanese for 10 hours”

What is Montessori Method?

Dua hari lalu Indonesia merayakan Hari Anak Nasional tepatnya pada 23 Juli. Well, sebagai seorang yang pernah terjun ke dunia pendidikan anak, saya ingin berbagi mengenai sebuah metode pendidikan yang cukup sering didengar beberapa tahun belakangan ini di Indonesia. Metode tersebut adalah Metode Montessori.

Montessori pertama kali diperkenalkan oleh seorang dokter bernama Maria Montessori pada tahun 1907 (cukup tua memang). Metode ini kini banyak diterapkan di sistem belajar anak-anak usia pra sekolah. Walaupun pada kenyataannya metode Montessori bisa diterapkan sejak anak lahir hingga usia 18 tahun (walaupun aslinya Maria Montessori hanya dapat membuat transkripnya sampai anak usia 12 tahun karena beliau keburu meninggal). Maria Montessori meyakini bahwa semua anak dilahirkan dengan potensi yang luar biasa, dimana potensi ini hanya akan berkembang apabila orang dewasa yang mengasuhnya memberikan stimulasi yang tepat pada umur-umur pertumbuhan anak tersebut. Stimulasi tersebut berkaitan dengan apa yang terjadi dalam kehidupan sehari-hari. Karena itulah Metode Montessori ini lebih mudah diterapkan.

more “What is Montessori Method?”

Schuimpje, Meringue, Kue Busa

French Meringue

Cihuy! Kali ini bakalan ngomongin soal baking. Okeh, hari ini saya berhasil membuat Meringue atau dalam bahasa belandanya Schuimpje (agak susah dibaca sebenernya). Resep ini bukan milik saya, melainkan saya dapat dari share sesama anggota klub memasak. Tepatnya dari mbak Venusi Dewi Fitria. Saya sudah pernah search juga resep French Meringue tapi belum pernah berani mengeksekusi sampai ke tahap baking. Palingan cuma berani bikin adonannya aja (yang alhamdulillah selalu berhasil ke tahap stiff peak).

more “Schuimpje, Meringue, Kue Busa”

I am a Bibliophile

Hello, we meet again! Pasti bingung apa artinya judul postingan saya kali ini. Well, Bibliophile is a lover of books; one who loves to read, admire and collect books. Yaps! Itu artinya kali ini saya akan berbagi cerita mengenai kecintaan saya terhadap benda yang bernama BUKU. Yes, everyone knows what book is. Kamus besar bahasa indonesia mengartikan buku sebagai:” buku 1 /bu·ku / n lembar kertas yg berjilid, berisi tulisan atau kosong; kitab.”

more “I am a Bibliophile”

Let’s Roll The Fondant!

Hai!!! Postingan kali ini adalah tentang saya yang kembali bermain dengan fondant. Well, bukan pertama kali ini saya bermain-main dengan fondant. Ketika saya sekolah memasak tahun lalu, saya pernah mendapatkan Cake Decorating sebagai materi kelas. Dan di kelas tersebutlah saya pertama kali berkenalan dengan si manis dan padat ini. Fondant menurut saya lebih menyerupai mainan Play Doh milik anak-anak kecil. Tapi buat orang dewasa mungkin seperti clay (tanah liat). Dan saya juga pernah mengikuti kelas Clay beberapa kali sebelum saya ikut sekolah masak. Jadi yang sebenarnya menghias kue dengan fondant bukan lagi hal aneh buat saya.

more “Let’s Roll The Fondant!”